STUDI KASUS

Membangun Website ICV Training dengan Astro + Sanity untuk Hampir 5.000 Dokumen Pelatihan

Willya Randika |
Homepage ICVTraining.com

Proyek ini menarik bukan karena desainnya saja, tetapi karena skala data yang harus ditangani sejak hari pertama sudah sangat besar.

Kliennya adalah PT Indonesia Core Values (ICV), perusahaan yang didirikan sejak 1926 dan menyediakan layanan pelatihan serta konsultasi untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi tim dan efektivitas organisasi. Jadi konteks proyek ini bukan membangun identitas bisnis dari nol, melainkan memodernisasi kehadiran digital mereka dengan fondasi yang lebih siap untuk kebutuhan hari ini.

Project ini juga punya konteks relasi yang menarik secara personal: saya mendapatkan klien ini melalui referral. Founder ICV adalah Dr. Jeff, Founder & CEO yang memiliki pengalaman 30 tahun sebagai management consultant, trainer, lecturer, dan researcher. Latar belakang beliau menjelaskan kenapa website ini tidak bisa dibuat asal jadi. Kredibilitas layanan ICV sudah kuat, jadi website-nya juga harus terasa setara.

Di titik ini, tantangannya bukan lagi “bagaimana membuat website yang bagus”, tetapi bagaimana membangun sistem website yang masuk akal untuk volume konten yang besar, tetap ringan, dan tidak membebani klien dengan maintenance teknis yang tidak perlu.

Ringkasan Singkat & Key Takeaways

Sub Bidang

16 sub bidang training

Topik

441 topik training

Batch

4.430 batch terjadwal

Dokumen

Sekitar 4.905 dokumen

PageSpeed Mobile

93 Strong

PageSpeed Desktop

100 Excellent

Stack

Astro 6 + Sanity + Cloudflare Workers

Timeline

Selesai dalam 2 minggu

Jika bisnis Anda punya katalog layanan, data relasional, atau volume konten yang besar sejak awal, diskusikan dulu via konsultasi gratis supaya stack yang dipilih tidak menjadi beban di bulan-bulan berikutnya.

Kondisi Awal: Website Baru untuk Scope Data yang Sudah Besar

ICV bukan perusahaan yang butuh website sederhana dengan beberapa halaman statis saja. Dari awal, mereka sudah memiliki ruang lingkup konten yang besar:

  • sekitar 441 topik training,
  • sekitar 4.430 batch yang sudah terjadwal,
  • dan 16 sub bidang yang menjadi fondasi struktur katalog training.

Kalau digabung dengan relasi konten, struktur data, dan dokumen yang perlu dikelola di CMS, totalnya mendekati 4.905 dokumen.

Di titik ini, saya merasa pendekatan manual jelas tidak realistis. Mengunggah ribuan data satu per satu, lalu berharap semuanya tetap rapi dan mudah dirawat, hanya akan menciptakan beban operasional dari hari pertama.

Data mentah yang dikirimkan klien pun memang menunjukkan kompleksitas itu sejak awal. Bukan satu spreadsheet ringkas, melainkan kumpulan dokumen dan struktur topik training yang besar dari berbagai sub bidang.

Data Topik Training dan Silabus dari Klien

Masalah lainnya:

  • klien tidak punya tim IT internal,
  • klien memang akan menyerahkan pengembangan, maintenance website, dan pengelolaan teknis ke vendor, yaitu Harun Studio,
  • dan website ini perlu segera siap dipakai sebagai aset marketing dan operasional, bukan proyek yang terus tertahan di tahap setup.

Jadi sejak awal saya tidak ingin membangun sesuatu yang terlihat “jadi”, tetapi diam-diam rapuh di belakang layar.

Kenapa Saya Tidak Memilih WordPress untuk Kasus Ini?

Secara umum saya tetap sangat familiar dengan WordPress, dan untuk banyak proyek WordPress masih masuk akal. Tapi untuk kasus ICV, saya menilai WordPress bukan opsi terbaik.

Alasannya bukan karena WordPress buruk. Justru sebaliknya: WordPress masih sangat relevan untuk banyak website bisnis. Namun untuk proyek ini, ada beberapa hal yang membuatnya kurang ideal:

  1. Volume kontennya terlalu besar untuk workflow manual biasa
    Ketika kita berbicara tentang ratusan topik, ribuan batch, dan struktur relasional yang terus berkembang, pendekatan “buat post lalu isi field satu per satu” tidak efisien.

  2. Beban maintenance akan ikut naik
    Jika memilih WordPress, maintenance tetap perlu dilakukan rutin. Minimal 2-3 kali per bulan untuk update core, plugin, theme, backup, dan pengecekan kompatibilitas. Untuk klien yang tidak punya tim IT, ini berarti ada pekerjaan tambahan yang seharusnya tidak perlu mereka pikirkan.

  3. Klien tidak butuh kompleksitas plugin ecosystem
    Yang dibutuhkan ICV bukan ribuan plugin, melainkan sistem yang rapi untuk konten training, batch, speaker, dan struktur topik yang saling terhubung.

  4. Saya ingin proses import dan pengolahan data bisa dibantu AI secara serius
    Dalam proyek ini, AI bukan aksesoris. AI adalah akselerator utama. Karena itu saya memilih stack yang lebih natural untuk workflow AI-assisted, baik untuk modelling schema, pemetaan data, normalisasi konten, maupun proses upload massal.

Kalau bicara dari sisi maintenance WordPress sendiri, artikel pentingnya maintenance website WordPress lebih dari sekadar klik tombol update dan panduan maintenance website juga relevan dengan konteks ICV. Bukan karena WordPress pasti salah, tetapi karena project seperti ini memang lebih nyaman jika beban maintenance rutinnya ditekan sejak awal.

Kalau ICV memilih WordPress, salah satu opsi yang paling aman memang tetap ada: menggunakan jasa maintenance WordPress bulanan. Dalam praktiknya itu tetap mungkin, karena klien memang akan menyerahkan pengembangan dan maintenance ke Harun Studio. Tetapi untuk kasus ini, saya lebih memilih solusi yang secara struktur memang lebih minim maintenance sejak awal, bukan solusi yang sejak awal sudah menuntut maintenance rutin lebih sering.

Kenapa Astro + Sanity + Cloudflare Workers Menjadi Pilihan Terbaik?

Untuk proyek seperti ini, saya butuh stack yang:

  • cepat dikembangkan,
  • ringan dijalankan,
  • mudah diintegrasikan dengan AI,
  • nyaman untuk data relasional,
  • dan tidak membebani klien dengan teknis maintenance harian.

Karena itu saya memilih kombinasi Astro 6, Sanity CMS, dan Cloudflare Workers.

Mengapa Astro?

Saya sudah cukup sering menulis dan membahas kenapa Astro menjadi pilihan utama di Harun Studio, termasuk di artikel WordPress vs Astro untuk pembuatan website dan studi kasus migrasi Harun Studio dari WordPress ke Astro.

Kalau ingin melihat sudut pandang yang lebih luas, artikel 5 prinsip fundamental website WordPress berkelanjutan juga cukup nyambung karena membahas pentingnya memilih fondasi website yang sehat sejak awal, bukan sekadar cepat jadi di permukaan.

Untuk proyek ICV, alasan memilih Astro makin kuat karena:

  1. Astro sangat cocok untuk website content-heavy
    Website ICV bukan aplikasi dashboard yang sangat interaktif di semua halaman. Sebagian besar kebutuhannya adalah menampilkan konten training, jadwal, topik, dan informasi registrasi secepat mungkin.

  2. Output frontend-nya ringan dan cepat
    Untuk katalog training yang besar, performa sangat penting. Halaman topik, halaman training, hingga jadwal tahunan harus tetap terasa ringan meski datanya banyak.

  3. Arsitekturnya pas untuk SEO
    Topik training, halaman pelatihan, dan struktur kategori seperti ini sangat diuntungkan oleh halaman yang clean, cepat, dan mudah dirender untuk search engine.

  4. AI workflow jauh lebih natural
    Di era sekarang, development dengan stack modern seperti Astro dan Next.js memang jauh lebih cepat dan lebih murah, bahkan bisa dikerjakan solo dengan bantuan AI. Untuk proyek ini, itu bukan slogan, tetapi realitas implementasi.

  5. Integrasi dengan Sanity sudah matang
    Astro dan Sanity sudah punya jalur integrasi yang sangat enak untuk dipakai. Ini memudahkan proses “menyambungkan” CMS dengan frontend tanpa friksi yang tidak perlu.

  6. Tidak ada beban runtime PHP tradisional
    Saya tidak perlu memikirkan plugin conflict, update theme, atau patch keamanan WordPress secara berkala hanya untuk menjaga website tetap sehat.

  7. Astro memberi fondasi yang enak untuk struktur routing besar
    Untuk website dengan ratusan halaman training dan relasi konten yang banyak, saya ingin struktur frontend yang predictable, modular, dan mudah diiterasi tanpa harus bertarung dengan layer abstraksi yang terlalu berat.

  8. Biaya jangka panjang lebih masuk akal
    Untuk tim kecil tanpa divisi IT, penghematan bukan hanya soal hosting, tetapi juga waktu. Semakin sedikit hal teknis yang harus disentuh rutin, semakin besar ruang tim untuk fokus ke marketing dan operasional.

Mengapa Sanity?

Di proyek ini, Sanity adalah keputusan yang sangat menentukan.

Yang saya butuhkan bukan sekadar CMS untuk menulis artikel, tetapi content operating system yang nyaman untuk data dalam jumlah besar.

Alasan utama saya memilih Sanity:

  1. Model data relasional jauh lebih cocok
    Sub bidang, topik training, batch, pembicara, jadwal, dan formulir registrasi jauh lebih masuk akal diperlakukan sebagai dokumen yang saling terhubung, bukan sekadar post biasa.

  2. Bulk import dan AI-assisted ingestion jauh lebih masuk akal
    Klien hanya perlu memberikan dokumen sumbernya. Dari sisi saya, proses pemetaan, normalisasi, dan upload massal bisa dibangun secara sistematis dengan bantuan AI. Ini sangat berbeda dibanding pendekatan hardcode atau input manual satu per satu.

  3. Sanity Studio di-host gratis oleh Sanity
    Ini mengurangi kompleksitas teknis secara signifikan. Saya tidak perlu menyiapkan server terpisah hanya untuk CMS admin.

  4. Free plan-nya lebih dari memadai untuk tahap awal ICV
    Dari yang saya pertimbangkan pada proyek ini, paket gratis Sanity sudah sangat cukup:

    • free 10k documents,
    • free 100GB storage,
    • free 100GB bandwidth per bulan,
    • free 250k API requests per bulan,
    • free 2 datasets,
    • dan free hingga 20 user seats dengan role yang berbeda-beda.
  5. Editor experience-nya tetap rapi untuk tim non-teknis
    Walaupun data di belakang layar cukup kompleks, interface Sanity Studio tetap bisa dirancang agar nyaman dipakai untuk pengelolaan harian.

Berikut salah satu tampilan dashboard dan workspace di Sanity Studio yang digunakan di proyek ini:

Dashboard Sanity Studio ICV

Mengapa Cloudflare Workers?

Cloudflare Workers melengkapi stack ini dari sisi delivery dan operasional.

Yang saya suka dari pendekatan ini:

  1. Frontend dan logic pendukung bisa tetap ringan
    Untuk kebutuhan edge delivery dan runtime yang modern, Workers memberi fondasi yang pas tanpa harus membawa kompleksitas server tradisional.

  2. Maintenance infrastruktur jadi minimal
    Tidak ada VPS yang harus rutin saya rawat hanya agar website dan logic dasarnya tetap hidup.

  3. Cocok dengan filosofi proyek ini: klien fokus marketing, bukan teknis
    Semakin sedikit komponen yang harus di-update manual, semakin tenang klien menjalankan bisnisnya.

Di proyek ini, Cloudflare Workers juga membantu menjaga delivery layer tetap simpel dan modern, sekaligus memberi ruang untuk binding dan kebutuhan runtime yang lebih fleksibel dibanding pendekatan hosting tradisional.

Cloudflare Workers ICV Training

Implementasi: Bukan Hardcoded, Tapi Dibangun Sebagai Sistem

Salah satu hal terpenting di proyek ini adalah: semua tidak saya hardcode.

Klien mengirimkan sekitar 441 silabus dari 16 sub bidang, lalu seluruh struktur saya bangun sebagai sistem yang saling terhubung. Artinya:

  • topik training bisa dikelola secara dinamis,
  • batch training bisa ditambah dan diubah tanpa sentuh kode,
  • pembicara bisa dihubungkan ke konten yang relevan,
  • jadwal tahunan bisa diatur lewat CMS,
  • dan halaman-halaman training tidak perlu dibuat manual satu per satu.

Dengan pendekatan ini, scope besar seperti sekitar 4.905 dokumen tetap bisa ditangani dalam workflow yang masuk akal.

Workflow AI: Cursor, Codex, Google Drive MCP, dan Upsert ke Sanity

Bagian ini penting karena menjadi inti percepatan proyek.

Workflow yang saya gunakan bukan copy-paste manual dokumen ke CMS. Saya menggunakan Cursor AI dan Codex secara bergantian, lalu menghubungkannya dengan MCP dari Google Drive sebagai tempat dokumen sumber disimpan. Dengan pola ini, AI bisa membaca dokumen langsung dari sumbernya, membantu menyusun JSON yang sesuai schema, lalu saya upsert ke Sanity berdasarkan model data yang sudah saya siapkan sebelumnya.

Jadi alurnya kurang lebih seperti ini:

  1. Klien mengirimkan dokumen sumber ke Google Drive.
  2. AI membaca dokumen langsung dari sana.
  3. Data dinormalisasi ke struktur JSON yang konsisten.
  4. JSON tersebut di-upsert ke Sanity sesuai schema.
  5. Frontend Astro otomatis mengonsumsi struktur data yang sudah rapi itu.

Dengan workflow ini, pekerjaan besar seperti ribuan dokumen tidak berubah menjadi ribuan klik manual di CMS.

Tetap perlu saya tekankan: workflow AI ini bukan berarti semuanya instan. Pekerjaan ini tetap menguras waktu karena ada 441 topik training yang perlu dipublikasikan dan dicek konsistensinya. Tetapi perbedaannya sangat besar. Jika dikerjakan manual, proses upload seluruh dokumen bisa memakan lebih dari 1-2 minggu hanya untuk input kontennya saja. Dengan workflow AI-assisted seperti ini, proses tersebut bisa ditekan menjadi kurang dari 1 minggu.

Halaman Topik, Training, dan Jadwal Dibangun Dinamis

Di sisi frontend, saya menyiapkan struktur halaman yang bisa melayani kebutuhan utama ICV:

Halaman Topik

Halaman topik menjadi pintu masuk penting untuk menjelajahi seluruh katalog training.

Halaman Topik ICV Training

Halaman Training

Halaman training dirancang agar setiap topik punya landing page yang rapi, informatif, dan siap dipakai untuk kebutuhan SEO maupun konversi.

Halaman Training ICV

Jadwal Tahunan

Untuk volume batch yang besar, halaman jadwal tahunan menjadi komponen penting agar user bisa memahami ketersediaan training tanpa harus berpindah-pindah terlalu banyak halaman.

Jadwal Tahunan ICV Training

Fitur Search dan Form Registrasi Juga Masuk dalam Sistem

Karena katalog training-nya besar, search bukan fitur tambahan. Search adalah kebutuhan inti.

Saya juga menyiapkan alur registrasi agar user bisa bergerak dari eksplorasi topik ke aksi yang lebih jelas.

Fitur Search di Desktop

Form Registrasi Training

Form Registrasi Training

Upload Hampir 5.000 Dokumen Dilakukan dengan Bantuan AI

Bagian ini sangat penting karena justru di sinilah keputusan stack benar-benar terasa manfaatnya.

Kalau data sebanyak ini diinput manual satu per satu, proyek akan jauh lebih lambat, lebih rawan error, dan jauh lebih melelahkan. Karena itu saya memanfaatkan AI untuk membantu:

  • membaca dan menormalisasi dokumen sumber,
  • menyusun struktur data agar konsisten,
  • memetakan field sesuai schema,
  • dan mempercepat proses upload dalam skala besar.

Dengan kata lain, klien cukup memberikan dokumen sumber. Dari sisi implementasi, saya menangani proses transformasi datanya menjadi sistem yang siap dipakai.

Ini salah satu alasan terkuat kenapa kombinasi Astro, Sanity, dan workflow AI-assisted terasa sangat tepat untuk proyek seperti ICV.

Hasil yang Paling Penting: Klien Tidak Dibebani Teknis yang Tidak Perlu

Buat saya, hasil terbaik proyek ini bukan sekadar “website berhasil online”.

Hasil paling pentingnya adalah:

  1. ICV langsung punya fondasi website yang siap berkembang
    Bukan sekadar website baru, tetapi sistem konten yang siap menangani skala besar.

  2. Semua struktur penting bisa dikelola lewat Sanity Studio
    Topik, batch, pembicara, dan konten pendukung tidak perlu ditangani lewat hardcode.

  3. Klien tidak perlu memikirkan maintenance WordPress rutin
    Ini penting sekali untuk tim yang tidak punya divisi IT internal, walaupun pengelolaan teknisnya memang akan tetap didampingi vendor.

  4. Tim bisa fokus ke marketing dan operasional training
    Waktu tim ICV lebih baik dipakai untuk menjual, menjadwalkan, dan mengembangkan program training, sementara sisi pengembangan dan maintenance website tetap bisa dikelola Harun Studio dengan beban teknis yang lebih ringan.

  5. Project selesai cepat untuk ukuran scope sebesar ini
    Dengan scope yang besar dan data yang banyak, website ini selesai dalam 2 minggu, yang menurut saya sangat cepat.

Hasil Performa

Saya juga menyiapkan pengecekan performa untuk memastikan website ini tidak hanya kaya data, tetapi tetap sehat dari sisi teknis.

PageSpeed Insights Desktop

PageSpeed Insights Desktop ICV

Skor desktop yang dicapai:

  • Performance: 100
  • Accessibility: 94
  • Best Practices: 100
  • SEO: 100

PageSpeed Insights Mobile

PageSpeed Insights Mobile ICV

Skor mobile yang dicapai:

  • Performance: 93
  • Accessibility: 93
  • Best Practices: 100
  • SEO: 100

Untuk website yang membawa katalog training besar, struktur data relasional, dan banyak halaman dinamis, hasil ini menurut saya sudah sangat sehat. Fokus saya sejak awal memang bukan mengejar angka kosong, tetapi menjaga agar website tetap terasa cepat, ringan, dan nyaman dipakai oleh user maupun tim internal.

Pelajaran dari Proyek Ini

  1. Untuk website dengan volume data besar, keputusan stack di awal akan sangat menentukan nyaman atau tidaknya operasional di belakang layar.
  2. WordPress tidak selalu salah, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk struktur data relasional yang besar dan terus berkembang.
  3. Sanity sangat kuat ketika proyek membutuhkan CMS yang ringan, terstruktur, dan mudah dipadukan dengan workflow AI.
  4. Astro sangat cocok untuk website content-heavy yang butuh performa tinggi dan maintenance rendah.
  5. Jika sistem dibangun dengan benar sejak awal, ribuan dokumen tidak harus berarti ribuan pekerjaan manual.

Ingin Membangun Website dengan Pendekatan Serupa?

Kalau bisnis Anda punya katalog produk, katalog training, data relasional, atau volume konten yang besar, kita bisa mulai dari audit kebutuhan dulu lalu tentukan apakah website-nya lebih tepat dibangun sebagai website biasa, headless CMS, atau sistem hybrid.

Mulai dari konsultasi gratis, lihat juga jasa pembuatan website dan jasa pembuatan aplikasi jika scope Anda sudah bergerak ke arah sistem yang lebih kompleks.

Willya Randika

Willya Randika

Founder Harun Studio & web developer, blogger, serta hosting reviewer. Telah membantu pemilik bisnis meraih kesuksesan dengan design, development dan maintenance sejak 2021.

Artikel Terkait

Baca juga insight lain yang masih relevan dengan topik ini.